“DOSEN THP UMBY EDUKASI MAKANAN PROBIOTIK DAN MANFAAT KUNIR PUTIH”

HIPPIJOGJA.COM (Bantul) – Salah satu tugas Tridarma Perguruan Tinggi adalah pengabdian masyarakat. Tim pengabdian masyarakat UMBY telah melakukan edukasi di Minggu, 26 September 2021 di Dusun Plawonan, Argomulyo, Sedayu, Bantul, Yogyakarta. Edukasi yang telah dilakukan tentang manfaat makanan probiotik, manfaat kunir putih dan cara pengolahan bubuk instan rempah serta manfaat pengemasan.
Materi makanan probiotik disampaikan oleh Dr. Ir. Wisnu Adi Yulianto, M.P., salah satu dosen THP UMBY ahli dalam mikrobiologi.

Dr. Wisnu materinya mengemukakan bahwa probiotik menurut WHO/FAO (2001) merupakan mikroorganisme hidup yang dikonsumsi dalam kondisi hidup dengan jumlah yang cukup serta mampu berkembang biak dalam saluran pencernaan manusia dan membawa manfaat kesehatan. Bakteri dikatakan probiotik jika memiliki 3 syarat antara lain mikroorganisme dalam kondisi hidup saat dikonsumsi dan mampu berkoloni di kolon (usus besar), Jumlahnya cukup dan membawa manfaat terhadap kesehatan tubuh konsumen.

Edukasi manfaat kunir putih disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Dwiyati Pijimulyani, M.P. dalam menyampaiannya, kunir putih diketahui mengandung senyawa polifenol yang menyebabkan bahan tersebut mempunyai sifat antioksidasi yang baik. Senyawa polifenol mampu menghambat proses oksidasi pada bahan pangan maupun dalam tubuh manusia. Konsumsi rempah-rempah termasuk kunir putih pada kondisi pandemi covid 19 ini bagus, karena bisa membantu meningkatkan imun tubuh. Selain itu konsumsi kunir putih dapat membantu menormalkan penyakit komorbid covid contoh diabet, asam lambung dan kolesterol. Testimoni yang dicontohkan oleh Prof. Dwi, yakni Bambang Sugiarto (HP 081315269474) kolesterol 261 mg/ dl menjadi 197 mg/ dl setelah rutin minum kunir putih selama 10 hari.

Hasil penelitian Pujimulyani dan Wazyka (2005) menunjukkan bahwa hasil olahan kunir putih yang berupa minuman bubuk instan mempunyai aktivitas antioksidan. Minuman instan rempah digunakan untuk edukasi minuman jamu pada anak-anak. Prof. Dwiyati melatih praktek pengolahan bubuk instan rempah pada masyarakat, agar masyarakat bisa memproduksi instan sendiri.
Sedangkan untuk materi pengemasan disampaikan untuk masyarakat Plawonan oleh Ir. Astuti Setyowati, S.U. Masyarakat plawonan dalam hal ini diwakili oleh ibu-ibu PKK yang hadir sebanyak 21 orang. Masyarakat sangat antusias dalam acara ini, dibuktikan dengan pertanyaan yang muncul selama edukasi. Suparmi selaku ketua PKK dalam sambuatannya sangat berterimakasih atas ilmu yang disampaikan, semoga masyarakat Plawonan mempunyai daya imun yang bagus dan sehat. (Foto : Istimewa/Liputan : AGS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *