Media Massa Dongkrak Sektor Pariwisata Sleman

HIPPIJOGJA.COM (SLEMAN) – Lebih kurang 170 objek wisata dan pelaku industri sektor pariwisata di wilayah Kabupaten Sleman mati suri karena terdampak pandemi Covid-19. Kondisi ini sangat dirasakan sekitar pertengahan Maret 2020. Namun, di era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau New Normal, Pemerintah Kabupaten Sleman terus berusaha untuk mengembalikan kondisi objek wisata agar berjalan kembali. Hanya saja mereka harus mengajukan surat ijin ke satuan gugus tugas Covid-19 kabupaten untuk mendapatkan rekomendasi.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Sudarningsih pada diskusi terbatas dengan tema Strategi Promosi Pariwisata Sleman Era New Normal dalam Sudut Pandang Media Massa di The Alana Hotel, Sariharjo, Ngaglik, Selasa (25/8/2020).

Kegiatan ini diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DIY kerja sama Dinas Pariwisata Sleman dan Badan Promosi Pariwisata Sleman. Hadir pula sebagai pembicara Ketua PWI DIY Sihono HT, Agung Purwandono dari Kedaulatan Rakyat (KR) dan wartawan Tribun Jogja Ikrob Didik Irawan.

Dijelaskan, untuk membangkitkan kembali pariwisata di Sleman dibutuhkan kerja sama semua pihak baik pemerintah, para akademisi, pelaku bisnis maupun media massa. Institusi tersebut masing-masing mempunyai peran sangat penting dalam rangka mengangkat kembali destinasi wisata agar pengunjung mulai berdatangan.

Media massa baik cetak maupun elektronik, keberadaannya sangat membantu dalam mempromosikan keunggulan masing-masing obyek wisata. Tetapi, kondisi pandemi Covid-19 ini juga diharapkan pemberitaan terkait jaminan keamanan, kenyamanan dan penerapan protokol kesehatan di destinasi wisata tersebut.

”Media cetak maupun elektronik mempunyai kekuatan untuk menciptakan opini kepada masyarakat. Dalam informasi ini jurnalis mempunyai kemampuan menggali informasi dan menyajikan berita serta data secara berimbang agar masyarakat tidak takut dan cemas berkunjung,” jelas Sudarningsih.

Pemerintah maupun pelaku pariwisata memerlukan peran serta media dalam membangun kembali dan menjaga kepercayaan publik agar tidak terjadi kepanikan di tengah masyarakat. Media menjadi kontrol sosial agar berfungsi maksimal sebagai motor penggerak pariwisata.
Penyajian berita terkait perkembangan pandemi Covid-19 secara benar dan proporsional, diharapkan tidak menjadi hantu bagi masyarakat. Begitu pula berita yang mengedukasi dalam mencegah penularan Covid-19 dapat memberi rasa nyaman bagi masyarakat.

Disisi lain, Pemerintah Kabupaten Sleman dalam membuka kembali beberapa destinasi wisata dan industri pariwisata lain telah menyusun Standard Operasional Prosedure (SOP). Dalam SOP tersebut, pelaku wisata agar mengedepankan standar protokol kesehatan. Diantaranya menyediakan tempat cuci tangan, membatasi jumlah pengunjung serta memberika ruang dengan memberikan batas jarak antar wisatawan dan tetap memakai masker.
Hingga saat ini, lanjut Sudarningsih, dari seratus lebih surat permohonan yang diajukan pelaku wisata, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Tim Gugus Tugas Covid-19 telah merekomendasikan sekitar 50 surat.

Pada kesempatan tersebut Sihono menyampaikan, media masa baik cetak maupun elektronik agar rajin memberitakan destinasi wisata. Berdasarkan data, berita terkait pariwisata saat ini sangat diminati pembaca.
Meski begitu, pelaku pariwisata juga harus berinovasi dalam mengelola dan menyajikan produk wisatanya agar menarik pengunjung. “Partisipasi media mampu mendongkrak sektor pariwisata. Tetapi pelaku industri wisata juga harus inovatif,” tegasnya. (AGS)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *