“TERNAK AYAM POTONG, MODAL KECIL KEUNTUNGAN MENJANJIKAN”

HIPPIJOGJA.COM (Sleman) – Bisnis ternak ayam, pastinya sudah sering kita dengar dan lihat. Tidak salah jika, sebagian orang merintis usaha bisnis ternak ayam, karena bisnis ini menjanjikan dan meraut keuntungan cukup besar bagi peternak dan penjualnya. Perawatan yang tidak terlalu susah, namun membutuhkan tempat yang luas dan jauh dari pemukiman penduduk dikarenakan ternak ayam ini kendala baunya dan membutuhkan kandang besar untuk ternak ayam.

Adam Guling termasuk salah satu pengusaha bisnis ternak ayam potong, ia merintis ternak ayamnya 3 tahun yang lalu. Menurutnya ternak ayam sangat menguntungkan. Karena merawat ayam ini tidak sulit, dan sebagian orang merintis usaha ternak ayam potong kebanyakan belum terbiasa dengan bau serta lingkungan ternaknya.

“Cara merawat ayam potong ada dua metode, yaitu, pertama : DOC (Day Old Chicken) artinya anak ayam yang berumur di bawah 10 hari digunakan sebagai bibit, DOC ini akan diberi gas untuk dipanaskan sampai usia 10 hari, dan kedua :
diberi obat herbal (misal : kunyit, temu lawak, pepaya) dan vitamin, dan
panen yang dilakukan jika ayam sudah memiliki umur 35 hari,” kata Adam kepada Hippijogja.com, Selasa (16/9/2020)

Usaha ternak ayam potong yang dilakukan Adam ini berlokasi di Bening, Merdikorejo Tempel, Sleman, D.I Yogyakarta mendapat kontribusi dari banyak PT. Dari PT tersebut, Adam mendapat Pakan, DOC (Day Old Chicken) dan obat. Namun, tidak selalu mendapat hasil yang maksimal bisa saja mengalami penurunan karena ayam memiliki keterbatasan untuk ketahanan tubuh yaitu saat musim dingin ayam akan gampang kedinginan karena ayam akan cepat terkena penyakit.

Adam memiliki 18.000 ayam dan memperkerjakan 3 karyawan. Karyawan ini harus mampu mengurus ayam ternak tesebut sesuai aturan yang tepat. Setelah ayam siap panen, kemudian didistribusikan ke usaha rumah makan yang menjual ayam dalam menunya, seperti ayam kentucy, ayam geprek dan lain-lain.

“Dalam masa pandemi ini, biasanya pengusaha mengalami penurunan penghasilannya dan banyak pengusaha mengurangi jumlah karyawannya. Namun itu tidak terjadi pada usaha saya. Rasa bersyukur selalu diucapkan, karena selama ini tidak ada kendala dan tidak pernah kosong dari pembeli.” jelas Adam. (SS&NK)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *