“WISATA HALAL BASIS KERAJAAN MATARAM ISLAM”

HIPPIJOGJA.COM – Pengembangan pariwisata Jogya Istimewa seharusnya berangkat dari landasan filosofis keistimewaan Yogyakarta, yaitu nilai Kerajaan Mataram Islam di tahun 1584-1601 dengan nama KERAJAAN MATARAM ISLAM (KMI) yang menempati keraton Kota Gede, dimasa ; SUTAWIJAYA PANEMBAHAN SENOPATI ING ALAGA SAYIDIN PANATAGAMA KHALIFATULLAH TANAH JAWA.

Berikut nilai yang ada di masa tahta kerajaan di tangan Mas Rangsang atau SULTAN AGUNG HANYAKRAKUSUMA dengan gelar SULTAN AGUNG SENOPATI ING ALOGO NGABDURAHMAN (1613-1645). Ibu kota Keraton Mataram pindah ke KERTO (Pleret). Di masa Sultan Agung semua wilayah Jawa ada pada kekuasaan Mataram kecuali Batavia. Luar Jawa di Palembang, Sukadana Kalimantan.

Strategi membangun bangsa Mataram dengan pendekatan agama dan budaya sebagaimana lahirnya KALENDER ISLAM HIJRIAH DENGAN KALENDER SAKA (Jawa), juga menulis SASTRA GENDING, Bahasa Bagongan , Bahasa Sunda halus dan sangat halus. Di tahun 1641 M mendapat gelar dari pimpinan Ka’bah Mekah dengan sebutan SULTAN ABDULLAH MUHAMMAD MAULANA MATARAM. Juga membangun ASTANA IMOGIRI, hasil dari kesaktiannya yang setiap salat Jumat dikerjakan di Mekah dan berkeinginan meninggal dan disemayamkan di Mekah. Namun oleh penguasa Mekah diberikan langkah barokah yaitu segenggam pasir untuk di lempar Dimana tempat jatuhnya pasir yg dilempar , di situlah tempat bersemayam.

Catatan saya Pengembangan Pariwisata Yogyakarta ISTIMEWA yang mendasarkan pada Nilai dan aset Keraton Mataram Islam dengan Strategi unggul, yaitu *WISATA HALAL yang menjadikan KESEHATAN sebagai locomotivnya sangat marketeble, dan prospektif. Pemprov DIY dimohon yakin bersama masyarakat melahirkan PERDA WISATA HALAL DIY merupakan ujud syukur terhadap KEISTIMEWAAN YOGYAKARTA dan Sikap Komitmen terhadap Prinsip Sustainability.

Wisata Halal otomatis Sehat, sebaliknya Wisata Sehat belum tentu Halal. Artinya kalau disebut Wisata Halal tidak perlu ada tambahan kata Sehat. Pengembangan di masa Pandemi adalah Wisata Halal berbasis Kerajaan Mataram Islam jika keberatan dengan sebutan Wisata Halal. Bisa diganti *Wisata Istimewa berbasis Kerajaan Mataram Islam yang memiliki potensi unggul untuk merespons pasar yang Terdampak pandemi. Legalitas dan kemauan BPW serta dukungan MUI DIY pariwisata Jogja Istimewa mampu menstransformasi kan peradaban.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *